Posted in my simple life with strawberry taste, Perlu diketahui jika anda mempunyai Online Shop

ETIKA BISNIS OL SHOP untuk PENJUAL.


Pernah gak tanya ‘kira-kira di toko mana lagi ada yang jual (produk ini) ya?’

Gua pernah nih pengen beli online shop di Fb. Bilanglah ya misal kain. Postingannya seh dari 2 bulan lalu. Tapi gua baru ngeliat itu. Suka, cocok. Gua komen di postingannya ready atau ga. Terus yang punya tanya balik “butuh berapa m? harus ditanya dulu”.

Daripada kebaca sama orang atau rada keganggu sama notif ke orang lain. Gua inbox yang punya usaha. (gua juga butuh privasi sih alasan lainnya. Kan ga perlu gua beli apa aja orang perlu tau ya).

Pertanyaan demi pertanyaan. Dia ga bisa ngasi kepastian karena besok dia mau keluar kota. Terus dia mau ngehubungin supplier nya. Gua iyakan. Terus dia langsung respon cepat gitu bilang kayaknya kain yang gua mau gak ada. (Lho, kok ga tanya dulu suppliernya, hmm).

Terus gua bilang aja, “boleh tau ga ya beli dimana? Apa di daerah (gua menyebutkan salah satu pasar kain di Bandung). (Gua gak minta detail nama tokonya & gak mention ttg toko). Kalau berkenan untuk diberi tahu sih. Gua mau main-main kesana ngeliat kain yang gua demen.”

Terus dia ga balas lagi.

Gua sadar mungkin dia kurang berkenan.

Keesokan harinya, dia bikin status di Fb. Dia bilang uda sepanjang lama dia berjualan gak pernah ada customer yang tanya kainnya ambil dari mana karena mau beli langsung di tokonya. Dia ngerasa menganjal dengan pertanyaan gua dan (pertanyaan tentang suppliernya) adalah etika dalam berbisnis.

Sebentar2, yang tanya nama tokonya siapa? Gua kan tanya daerah mana.

Emang di PA, PC, TMM, Cgwdh, itu cuma ada satu toko? Di saat lu sampai di daerah itu terus lu bisa langsung nemu dan beli?

Hmm

Dia bikin status pendek tanpa menceritakan keseluruhan prosesnya lalu di posting di wall akunnya.

Perasaan gak enak itu wajar mungkin risih sama pertanyaan gua. Tapi gua gak maksa dia juga untuk jawab. Gua malah masi polos banget nungguin respon dia kirain bakal ada kabar dari supplier dia. Gak taunya gua malah dapat respon gitu dari statusnya.

FYI, gua dapat bocoran dari teman gua kalau itu bukan kali pertamanya bikin status tentang customer yang tanya beli dimana.

Gua rasa, penjual seharusnya memberi respon yang positif kepada customer selama gak berunsur mengancam ya. Termasuk pertanyaan gua. Kalau gak suka kan bisa direspon dengan ‘maaf mbak, itu rahasia’. Kenapa harus mencari empati dari followersnya? yang followers juga ikutan berempati tanpa tahu cerita sebenarnya. Ini generasi apa? ALAY?

Pernah gak lu ke pasar kain, terus lu gak dapat kain yang sesuai selera lu dan kemudian bertanya sama yang jualnya ‘kira-kira ada dimana lagi ya disekitar sini?’ ; ’dimana ada yang jual yang lain?’ ; ‘dimana ya A’/ Teh kira-kira2 ada?’

Pernah gak mereka respon dengan ketus ‘gak tau. gak ada etika banget sih tanya2 gini’

Se-pengalaman saya lahir di dunia, mereka cenderung mention nama toko, arah jalan, dan dimana kira-kira ada ngejual yang kita inginkan.

WHY?

Karena mereka tau, rezeki gak akan tertukar. Rezeki gak akan hilang. Rezeki gak akan kurang.

Jadi gua kurang paham sama generasi ini, kenapa lu harus ngebikin status di Fb. Kenapa ga ngerespon di gua aja (via inbox), kalau gua uda nyakitin perasaan lu dengan tanya itu.

Gua kemudian nge-inbox dia lagi, bilang terima kasih untuk statusnya dan minta maaf atas pertanyaan gua kemarin yang nyakitin hatinya. Gua jelasin kenapa gua bisa tanya gitu karena ketidakpastian respon dia kayak ogah2an tanya supplier. Dan gua bilang gak harusnya dia status tsb dan ngebilang gua ga tau ber-etika sebagai pembeli.

(*walau gua pengen nambahin dan bertanya etika lu sebagai penjual gimana?)

IMMATURE?

Mencari empati dari orang lain agar dipuji, disanjung, dan membuat seseorang bersalah di mata orang lain.  Jadi, apa yang menurut Anda suatu kebaikan, bisa saja sebenarnya malah mengganggu orang lain.

GENERASI ALAY?

Yang ngelike, komen status dia dan ngebelain dia. Tanpa tahu informasi dari pihak kedua benar gak jalan ceritanya gitu.

FYI, status dia tentang gua itu ga muncul di wall gua. Tapi gua dapat bocorannya dari salah satu teman dia. So, why make it hidden from me? Bukannya lu mau nyinggung gua dan seharusnya dapat penjelasan dari gua? Kenapa main dibelakang?

Hmm.. That i know, my God never sleep.